Keputusan ini diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Ibu pada 21 Maret 2026 lalu. Melansir dari laman Khaleej Times, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Dubai kepada Otoritas Pengembangan Masyarakat untuk menggunakan penyebutan baru tersebut dalam setiap dokumen dan komunikasi resmi.

Mengapa Sebutan Ini Diubah?

Sheikh Hamdan menegaskan bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak mereka. Di dalam rumah, anak-anak belajar tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang membentuk bangsa yang kuat. Menurutnya, peran ibu tidak hanya terbatas pada urusan domestik, melainkan juga sebagai fondasi karakter dan moral generasi penerus.

“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anak mereka, tempat anak-anak belajar tentang rasa memiliki, tanggung jawab, dan nilai-nilai yang membentuk bangsa yang kuat,” tulisnya dalam pernyataan resmi.

Inisiatif ini diluncurkan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ibu dalam keluarga dan masyarakat. Sheikh Hamdan percaya bahwa tidak ada gelar yang mampu sepenuhnya menggambarkan besarnya peran seorang ibu. Oleh karena itu, perubahan sebutan ini menjadi pengakuan simbolis yang sangat berarti.

Pesan Haru untuk Semua Ibu

Di akhir pernyataannya, Sheikh Hamdan menyampaikan ucapan terima kasih yang menyentuh hati. Ia berterima kasih atas kasih sayang, pengorbanan, dan peran besar yang telah diberikan para ibu untuk keluarga mereka.

“Untuk semua ibu, terima kasih. Kalian adalah fondasi dari segala kebaikan. Selamat Hari Ibu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga membagikan sebuah video yang menampilkan penghormatan bagi para ibu. Video tersebut menggambarkan betapa besarnya peran seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya, membentuk keluarga yang kuat, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Reaksi Publik dan Makna di Baliknya

Kebijakan ini pun menuai beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga diskusi hangat di media sosial. Banyak yang merasa bahwa perubahan sebutan ini memberikan penghargaan yang layak bagi peran ibu yang seringkali tidak terlihat. Sebutan ‘pembentuk generasi’ dinilai lebih mencerminkan esensi pekerjaan seorang ibu yang sesungguhnya: membangun masa depan bangsa dari rumah.

Bagi Bunda, perubahan ini mungkin menjadi pengingat bahwa apa yang dilakukan setiap hari—mendidik, merawat, dan membimbing anak—adalah tugas mulia yang membentuk peradaban. Jadi, jangan ragu untuk bangga dengan peran Bunda sebagai ‘pembentuk generasi’.

Reporter: Anisa Wahyuni